re-memorize

25 Feb

udah tiga kali berturut-turut aku mimpi buruk. dan hal itu terjadi setelah aku lupa penyebabnya. ok. mungkin aku memang belum lupa. tapi aku sudah mencoba segala cara melupakan hal itu. aku pernah gagal. tapi nggak pernah ngalamin yang kayak gini.

hufft.. tiba-tiba aja aku menyesal sudah mencoba. aku mulai ngerasa nggak pantas, dan nggak tau mau bilang ke siapa. aku kangen temen-temen lamaku. rindu masa laluku, meski aku nggak mau ngulangin lagi. hidupku susah sekarang. belum ada yang bisa aku percaya. apalagi, aku bukan apa-apa di tempatku sekarang. sesuatu yang belum pernah terjadi sampai usiaku yang ke-17. atau paling nggak sampai aku kuliah. kalo aku bisa jujur, aku merasa kecewa. sangat kecewa. nggak puas. dan masih belum bisa percaya. padahal aku udah cari semua alasan logis yang mungkin bisa bikin aku lebih tenang dan terima kenyataan. tapi itu semua kayaknya percuma. nggak ada gunanya. justru semakin banyak alasan yang aku tanemin ke pikiranku, bakal semakin aku merasa aku tu emang nggak ada bakat apa-apa disitu. di tempat seharusnya aku pikir aku mampu mencapainya.

 

kecewakah aku sama Tuhan???

nggak. nggak mungkin. — trus, kepada siapa dan apa sebenarnya rasa kecewa itu aku tujukan? aku kecewa pada diriku sendiri. atas pilihanku. padahal ini baru awalku kuliah. when I told someone bout this, dia cuma nasihatin aku. bahwa mungkin memang Tuhan ngasih aku jalan pertama bukan jalan yang langsung ke tujuanku. bahwa mungkin Tuhan ingin aku agar aku menghargai apa yang aku raih kelak, setelah aku mengalami kegagalan yang bikin aku drop. sampai bener-bener jatuh.

Aku berusaha percaya omongan itu. tapi aku tetep aja nggak tahan. merasa nggak bisa ngadepin awal masuk kuliah nanti. karena aku bukan lagi siapa-siapa. aku nyaris kehilangan rasa percaya diri. aku sadar dan yakin. seandainya mamahku tahu tentang ini, nggak bakal bisa aku bayangin semarah apa mamahku. bahkan mungkin, kecewa. karena aku down hanya karena hal sepele.

aku minta maaf, mah. tapi aku selalu dapetin segala sesuatu yang aku usahain. dan sekalipun belum pernah gagal.

mungkin ada hikmah yang bisa aku ambil. kalau dulu aku terkadang menyesali teman-teman lamaku yang sudah berubah. sekarang aku justru paham. ada alasan lain yang coba Tuhan sampaikan. bahwa saat seperti ini, teman-temanku sekaranglah yang sedikit banyak membantu aku. meski tetep aja. rasa ditinggalkan itu tetap ada. karena aku tetap merasa, I’m nobody there.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: