Dasar-dasar dan Analisis Lokasi Kegiatan Industri

2 Oct

Industri pada dasarnya merupakan kegiatan manusia dalam mengolah sumber daya yang ditujukan untuk kemakmuran manusia itu sendiri. Bentuk kegiatan industri dapat berlangsung dalam berbagai bidang kegiatan, antara lain industri pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi dan pengolahan bahan setengah jadi menjadi barang jadi. Pada dasarnya keberadaan sebuah lokasi industri disuatu wilayah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain, bahan mentah, sarana transportasi, dan pemasaran.

PEMILIHAN LOKASI PABRIK

Pemilihan lokasi pada dasarnya menentukan suatu tempat atau lokasi yang tepat untuk suatu usaha, kegiatan dengan tujuan tertentu yang memperhitungkan kelebihan dan kekurangan lokasi tersebut. Lokasi perusahaan adalah suatu tempat dimana perusahaan melakukan aktivitasnya. Lokasi pabrik dimaksudkan sebagai lokasi dimana fasilitas-fasilitas produksi diletakkan.

Fasilitas produksi adalah sesuatu yang dibangun, diadakan atau diinvestasikan guna melaksanakan aktivitas produksi. Lokasi pabrik yang paling ideal adalah terletak pada suatu tempat yg akhirnya mampu memberikan total biaya produksi yang rendah dan keuntungan yg maksimal. Agar tidak terjadi dampak negatif dari masyarakat, dalam memilih lokasi pabrik harus memperhatikan kelayakan aspek hukum, sosial, ekonomi dan budaya. Penentuan lokasi strategis pabrik harus memperhatikan dua faktor, yakni:

  1. Faktor primer, yaitu bahan baku dan bahan pembantu, tenaga kerja, sarana transportasi, listrik, air, komunikasi dan letak pasar sasaran.
  2. Faktor sekunder, yaitu iklim, keadaan tanah, kemungkinan pengembangan dan kebijakan pemerintah.

Tujuan kedua faktor di atas adalah mengurangi pemborosan dalam hal pembangunan gedung, pengadaan peralatan, kebutuhan modal kerja.

Jenis data penentuan lokasi pabrik :

  1. Data kuantitatif, seperti jumlah dan biaya bahan baku, bahan tambahan, tenaga kerja, transportasi, listrik, air, alat komunikasi, bangunan dan peralatan.
  2. Data kualitatif, seperti kualitas sarana transfortasi, iklim dan kebijakan pemerintah.

Dasar-dasar pemilihan lokasi pabrik :

  1. Pemilihan daerah atau teritorial secara umum.
  2. Pemilihan berdasarkan size dari jumlah penduduk dan lahan secara khusus.

Kondisi umum yg berpengaruh dalam proses penetuan lokasi pabrik:

  1. Lokasi di kota besar (city location)
  • Diperlukan tenaga kerja terampil dengan jumlah yg besar.
  • Proses produksi tergantung pada fasilitas-fasilitas seperti listrik, gas, dan lain-lain.
  • Kontak dengan pemasok dekat dan cepat.
  • Sarana transportasi dan komunikasi mudah didapatkan.
  • Ekspansi sulit dilakukan dan harga tanah mahal.
  • Banyak persoalan tenaga kerja.
  1. Lokasi di pinggir kota (suburban location)
  • Semi skilled atau female labor mudah diperoleh.
  • Menghindari pajak yang berat.
  • Tenaga kerja tinggal dekat dengan lokasi pabrik.
  • Populasi tidak besar sehingga masalah lingkungan tidak banyak timbul.
  1. Lokasi jauh di luar kota (country location)
  • Lahan yg luas sangat diperlukan (ekspansi yang akan datang).
  • Pajak terendah lebih dikehendaki.
  • Tenaga kerja tidak terampil dalam jumlah besar lebih dikehendaki.
  • Upah buruh lebih rendah mudah didapatkan.
  • Baik untuk proses manufakturing produk-produk yg berbahaya.

Dari sekian banyak faktor penentuan lokasi pabrik, pada dasarnya penentuan pabrik ditentukan oleh faktor-faktor lokasi industri bergantung pada SKALA PRODUKSI (biaya per unit dibandingkan dengan jumlah produk), KETERKAITAN (vertikal dan horizontal), BIAYA TRANSPORTASI (menghubungkan produksi dengan pasar dan biaya per unit dibandingkan dengan jarak yang ditempuh), LINGKUNGAN BISNIS (kebijakan pemerintah dan lokasi pesaing), FAKTOR KESEJARAHAN (apabila di suatu tempat memiliki nilai kesejarahan yang dapat menambah permintaan produk dari pabrik tersebut), dan SELERA PERORANGAN maupun INDIVIDU (berupa budaya ataupun kepercayaan yang dipegang oleh orang yang akan membangun suatu pabrik).

Pemilihan lokasi industri juga memiliki langkah-langkah agar lokasi yang dipertimbangkan merupakan lokasi yang tepat bagi pendiri pabrik. Prosedur dalam pemilihan lokasi industri

  1. 1.   Plant Analysis

Di dalam plant analisis yang dilakukan adalah mengidentifikasi faktor-faktor apa yang mempengaruhi lokasi industri dari yang tidak berpengaruh sampai yang paling berpengaruh. Selanjutnya hal yang dilakukan adalah penentuan keputusan lokasi industri. Apakah sebaiknya memilih loksai industri baru untuk dibangun pabrik ataukah lebih baik jika melakukan pemindahan dari lokasi industri yang lama (relokasi). Setelah itu, menganalisis kondisi lingkungan lokasi industri yang akan dibangun pabrik. Kondisi lingkungan yang dimaksud adalah keberadaan pesaing dan kemampuan daya saing yang dimiliki. Hal terakhir dalam tahapan ini adalah menentukan opsi-opsi lokasi industri sebagai alternatif.

  1. 2.   Field Analysis

Di dalam field analysis yang dilakukan adalah melakukan observasi lapangan dari semua opsi-opsi lokasi industri yang telah di-list di bagian plant analysis. Pada tahap ini biasanya dapat ditentukan dimana lokasi industri yang paling potensial.

KESIMPULAN

Pada dasarnya faktor – faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi dapat dikelompokkan menjadi faktor – faktor yang berkaitan dengan input dan output produksi, faktor – faktor yang berkaitan dengan proses produksi dan faktor – faktor yang berkaitan dengan kondisi lingkungan luar.

Agar diperoleh suatu lokasi industri yang tepat untuk dibangun sebuah pabrik, maka diperlukan analisis dengan tahapan-tahapan tertentu yaitu plant analysis dan field analysis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: