The First Job Fair Ever

9 May

Nggak bisa yah nggak bisa kalo udah ngerasain yang namanya penasaran. Hal yang sama buat job fair. Belum pernah sekalipun bisa datang ke job fair – belum mau juga sebenernya daaan belum butuh juga (baca: doain pas lulus nanti langsung ada yang nawarin kerjaan jadi hemat waktu, tenaga dan duit 15ribu hahahaha). So….waktu senin kemarin ada info kalo universitas bakal ngadain job fair, hari H nya langsung nge-tap orang buat nemenin dateng ke job fair. Bukan, bukan buat cari lowongan kerja, bukan juga buat ngelihat seberapa banyak dan segimana saingannya kalo lagi cari kerja di job fair. Bukan, bukan itu. It was purely out of curiousity. Nggak bisa bilang enggak kalo sama rasa penasaran *wink*

Freshly coming out from the job fair (well, lunch dulu sih tadi), I think it will be more useful if I share few things that I learned from this job fair things.

Pelajaran pertama, DO DRESS UP. Maksud dress up di sini nggak usah yang berlebihan juga, justru jangan terlalu menor. Hal yang paling penting adalah nunjukin pas pandangan pertama bahwa kamu orangnya rapi dan bisa berbusana dengan baik (a.k.a sesuai dengan situasi dan kondisi). Karena penampilan bakal diperhatikan, pakai aja pakaian formal. Boleh pakai dress, pakai jas, pakai dasi, atau minimal pakai sesuatu yang berkerah. Daaan, sepatu. Believe me, looks matter, especially if it’s a walk-in interview/on the spot recruitment process.

Pelajaran kedua, DO PREPARATION. Siapkan yang namanya surat lamaran, curriculum vitae (cv) atau riwayat hidup, pass foto formal, legalisir ijasah, transkrip, and maybe…sertifikat pelatihan yang pernah diikuti, atau prestasi-prestasi lainnya. Berkas-berkas itu tadi kamu jadiin satu bendel dan di-klip. Kamu nggak bakal tahu seberapa banyak lowongan yang sesuai dan pengen kamu daftar, jadi bakal benefit buat kamu untuk mempersiapkan beberapa bendel biar punya kesempatan lebih luas untuk mendaftar di perusahaan yang lebih beragam.

Pelajaran ketiga, DO SPARE SOME TIMES. Take a day off just to prepare everything you’d need to prepare about the job fair thingy and, of course, to come and have your time looking to all the available job’s offers. Lihat job fair pas butuh kerja itu nggak sesimpel kamu pesen makanan pas kamu lapar. Kalau kamu lapar, trus pergi ke food fair, kamu bakal scanning makanan minuman yang ada dan menentukan yang mana pilihanmu, trus didatengin, antri sebentar, dan voilaa you have your food with you. Di job fair, ya kalo kamu baru mulai cari, atau belum tahu apa jenis pekerjaan yang kamu mau cari, atau belum tahu perusahaan-perusahaan yang ikut disitu, yaaaa bakal butuh waktu lebih banyak dan mengunjungi setiap stand perusahaan itu bakalan terjadi lebih dari sekali. Jadi salah banget kalo kamu beneran niat tapi memperlakukan job fair seperti sambilan dan cuma menyediakan waktu sejam dua jam buat mampir. Yaahh, nggak papa sih kalo emang cuma punya waktu segitu. Sekedar reminder aja, hal-hal yang dilakukan terburu-buru biasanya hasilnya nggak optimal🙂

Oh well, one more lesson for me, DO WEAR HEELS. Ini hasil mengamati Rahil, wanita cantik yang paling niat bingit cari kerja, diantara kita bertiga. Bersyukurlah kalian yang memiliki postur tinggi, dan buat yang nggak berpostur setinggi model, bisaaaa banget pakai heels. Percayalah, itu bener-bener menguntungkan. Nggak cuma kamu nggak bakalan hilang di kerumunan, tapi juga bikin kamu bisa liat tiap-tiap stand secara jelas. Yaiyalah, ketika kamu menjadi tinggi, nggak ada itu yang namanya ketutupan sama yang lain *sigh* #bukancurhat haha jadi karena kamu udah baca infonya yang ditempel-tempel itu dari jauh, kamu bakal berjuang buat mendekat ke stand terkait karena kamu tertarik, bukan karena kamu pengen tahu apa yang mereka tawarkan. Yep, aku pakai kata ‘berjuang’, because you know what? Di beberapa perusahaan yang populer itu standnya minta ampun ramai dan harus sabar banget antri. Jadi, paham kan kenapa bakal menguntungkan banget kalo kamu mendekat karena mau daftar, bukan karena mau tahu infonya? LOL worthed it kok sakitnya beberapa jam berdesak-desakan pakai heels kalau untuk hal ini *wink*

 The last thing to do? Jangan lupa berdoa yah🙂 manusia boleh berusaha sekeras apapun, mengetuk pintu sebanyak apapun, tapi sekali lagi, cuma Tuhan yang bisa mengabulkan.

Regards,
Dea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: