Bahasa Indonesia

10 Jul

Blog ini entah sudah yang ke berapa kalinya aku buat blog, baik yang memakai nama sendiri dan bisa di search di google, maupun yang anonim alias menggunakan identitas lain karena isinya yang bersifat cenderung lebih privat. Kalau dihitung-hitung memang kurang lebih ada tiga blog yang aktif dan masih sering di-update. yang lain gimana? yaaa, well, waktunya yang enggak cukup buat rutin posting di terlalu banyak tempat dan memang butuh fokus karena nggak bisa asal posting aja kan?🙂

Ngomong-ngomong soal blog, dulu awalnya buat blog karena pengen latihan writing (menulis dalam Bahasa Inggris). Kayaknya pas jaman-jaman segitu kalau bisa nulis postingan apapun pakai bahasa inggris itu keliatan keren abis haha akhirnya karena kepengen yaaa bikin blog. Kadang kalo lagi bosen suka scroll ke bawah dan lihat postingan-postingan lama. Dari mulai isinya cuma nulis puisi dengan kosa kata yang pas-pasan, posting lirik lagu Bahasa Inggris, sampe postingan yang isinya curahan hati anak remaja (yang ini mah masih agak lumayan). Suka geli sendiri waktu baca-baca lagi. Seingatku dulu waktu nulis postingan-postingan itu udah merasa keren dan mulai super banget bahasa inggrisnya, tapi sekarang (5-8 tahun kemudian) pas dibaca-baca lagi ya kelihatan banget itu nulis cuma asal nulis, nggak memperhatikan tata bahasa yang baik. Apalagi kosa kata yang dipakai ya itu itu aja, sampe bosen liatnya hahaha

Apakah malu sama tulisan pas jaman segitu? ya enggak dong. Itu kan ya emang bukti sejarah dulu awal mulai belajar menulis pake bahasa inggris. Masa-masanya masih fascinated banget kalau disuruh ngarang pake Bahasa Inggris. Selain itu, buat pembelajaran dan pengingat juga, bahwa sebagus apapun kemampuan menulis Bahasa Inggris saat ini, masih ada kemungkinan bahwa esok entah kapan di masa depan postingan ini bakal aku baca lagi dan sadar bahwa masih banyak yang kurang dan masih perlu lebih berlatih lagi. Karena akan selalu ada langit di atas langit🙂

Kalau sekarang sih sudah lumayan. Misalkan mau nulis artikel apapun dalam Bahasa Inggris, asalkan sudah punya topik dan tau apa-apa aja yang mau ditulis itu sudah cukup, hanya butuh teh panas dan duduk di depan laptop lalu ngetik. Sekali dua kali revisi dan dibaca ulang lalu diposting. Paling-paling googling kalau butuh definisi/istilah tertentu atau quote dari orang-orang terkenal. Oh, dan beberapa gambar buat bikin artikelnya keliatan lebih menarik hahaa

Sayangnya, ketika keseringan nulis pakai english terus bikin jadi rada kagok nulis pake bahasa indonesia. Taunya darimana? Pernah beberapa kali waktu blog-walking, baca blog-blog orang yang ditulis pakai bahasa indonesia, yang bahasannya lugas trus to the point, menarik bahkan berkesan banget pas dibaca, sampai akhirnya tertarik buat nyoba nulis lagi pakai Bahasa Indonesia. Alasannya? biar lebih tereksplor dan lebih dalam ketika menulis. Bisa dilihat kan belakangan di blog ini ada beberapa tulisan yang pakai Bahasa Indonesia? well, kamu harus lihat yang ada di draft postingan yang belum selesai nulisnya karena kehabisan ide haha

Tantangannya sekarang, sebenernya banyak yang berakhir cuma jadi draft bukan karena kehabisan ide sih, tapi lebih karena udah lama nggak nulis pake Bahasa Indonesia, udah lama nggak terbiasa nulis dengan tata bahasa yang menarik menggunakan Bahasa Indonesia. “Loh? nulis kan ya nulis. katanya udah terbiasa nulis? harusnya udah biasa dong.” <= yang bilang kayak gini emang minta dijitak.

Beda loh. Ada perbedaan yang cukup dasar antara menulis dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Salah satunya tentang tata bahasa yang digunakan. Cara gampangnya, kalau kamu pake google translate untuk menejermahkan suatu kalimat dari bahasa satu ke bahasa lain, pasti hasilnya suka nggak karuan. Alesan aku aja sih ini mungkin haha tapi seriusan pas nulis artikel di Bahasa Indonesia itu jatuhnya stuck dan nggak selesai :”). Pernah suatu kali pas stuck nggak ngerti mau nulis apalagi, akhirnya nerusin pakai Bahasa Inggris, dan taraaa…akhirnya selesai. hahahha aku nggak ngerti lagi haha

Well, yang namanya sudah terbiasa sikat gigi sebelum tidur bertahun-tahun, pasti bakalan ngerasa aneh kalo tiba-tiba pasta giginya habis dan akhirnya harus tidur tanpa sikat gigi. Sama halnya dengan menulis. Maybe I’m good at writing stuff in English because I use English in writing frequently, like almost every week, while I don’t get to used writing article in Bahasa Indonesia more.

So, yah memang susah sih membiasakan lagi menulis pakai Bahasa Indonesia, meskipun dulu pas SMP dikenal guru bhs Indonesia banget karena udah bikin novel nyampe 80-an halaman (yang sampe sekarang belum selesai karena lupa nyimpen di disket yang mana hahahaha jaman dulu banget yah pakenya disket :)). Tapi kan yang namanya manusia hidup nggak boleh berhenti belajar, jadi nggak ada salahnya belajar lagi membiasakan nulis pakai bhs Indonesia. Toh, lahir di Indonesia, besar di Indonesia, tinggal di Indonesia, dan sehari-hari pakai Bahasa Indonesia. Yuk, mulai menulis pakai Bahasa Indonesia (meskipun ga janji sering-sering nulisnya haha)!

Regards,
Dea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: