Terbungkus Kerinduan

31 Jul

Sesuatu yang tidak perlu didebatkan bahwa rindu adalah hal gaib terindah dalam hidup.
Kenapa tiba-tiba ngomongin ini? Because, right now, I’m missing somebody, terribly. Yang belum bisa ketemu karena aktivitas, dan entah orangnya nyadar apa enggak. Sedih juga ya kalau rindunya itu nggak keturutan haha bawaannya jadi kepikiran terus.

Belakangan ini ada beberapa kerinduan yang belum kesampaian. Rindu main pasir dan basah-basahan di pantai. Rindu camping dan tidur beratap bintang-bintang. Rindu ketemu orang tua yang kemarin nggak bisa merayakan lebaran bareng-bareng. Rindu mendadak sama mie aceh  dan ketela gorengnya yg di daerah pleburan, tapi bapaknya belum pulang dari aceh buat jualan lagi sampai sekarang. Rindu sama Kota Solo dan teman-teman lama di sana, sebenarnya lebih rindu sama kebiasaan nonton wayang orang tiap malam minggu di sriwedari sih. Rindu sama kamu, yang lagi penuh waktunya dan nggak berani aku ganggu, yang bahkan aku ga berani bilang karena pengen kamu fokus ke apapun yg sedang kamu kerjakan.

Terkadang, rindu itu memang pedih, tapi ia adalah kepedihan yang berujung manis. Karena ada kebahagiaan berlebih saat terpenuhi dengan yang diinginkan.

Nah kan, rindu itu memotivasi orang jadi sedikit lebih “lebay” dari biasanya hahaha semoga yang sedang merindu segera terobati yah😀

Regards,
Dea

One Response to “Terbungkus Kerinduan”

  1. nyonyasepatu July 31, 2015 at 6:42 am #

    kalau rindu jadi bisa nulis macem2 ya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: