Taksi

22 Mar

Selasa pagi ini menjadi hari pertama tanpa minum rendaman lemon. FYI, aku sedang rutin-rutinnya mengkonsumsi makanan dan minuman dalam bentuk asli tanpa diproses. Salah satu bentuk diet pencernaan yang sehat nih🙂

Oh, apa kabar Indonesia hari ini? Setelah scrolling twitter dan baca berita online pagi tadi, baru sadar kalau di ibukota sedang ada demo besar-besaran terkait penolakan taksi berbasis aplikasi online. Termasuk didalamnya, melakukan sweeping terhadap taksi-taksi yang “tidak setia kawan” karena masih beroperasi dan mengangkut penumpang. Berbagai macam video berseliweran di sosial media dan sebagian besar berisi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pendemo.

Senang? Enggak. Takut? Enggak juga. Bingung? Iya. Haha. Kenapa malah bingung?

Jadi tadi pagi itu sebelum baca berita tentang demo supir taksi, sudah baca tulisan dari Prof. Rhenald Khasali yang dimuat di salah satu media online, berjudul “Selamat Datang Sharing Ekonomy”. Tulisan ini mostly membahas tentang perubahan mindset/pola pikir cara membuat dari generasi dulu ke generasi kini. Konsep mendirikan usaha yang dulu itu berarti mempersiapkan modal yang besar dan properti atas nama pribadi, hingga pengusaha muda sekarang yang cenderung melakukan partnership atau yang kemudian disebut dengan sharing economy. Adanya sharing economy yang dibantu oleh kemajuan teknologi ini membuat para pemilik usaha mampu menekan cost dan memasang harga yang lebih rendah dibanding dengan sistem konvensional. Pada akhirnya, usaha-usaha baru bermunculan dan mulai menekan bahkan menggeser usaha besar yang awalnya sudah mendominasi pasar.

Mengutip tulisan Prof. Rhenald Khasali:

Mereka

mengeluh, utang setoran ke perusahaan terus bertambah. Padahal, uang yang dibawa pulang untuk makan anak-istri makin turun. Kita tentu prihatin dengan kenyataan tersebut. Apalagi jumlah pengemudi angkutan umum ini tidak sedikit. Seluruhnya bisa mencapai 170.000-an. Sampai di sini Anda mungkin bergumam: mengapa mereka tidak berubah saja? Ke mana para eksekutifnya? Mengapa mereka membiarkan pasarnya digerus para pelaku bisnis online tanpa berupaya melakukan perubahan internal? Tentu semua ini tak akan mudah.

Sampai di sini adagium perubahan kembali berbunyi: kalau rasa sakit manusia itu belum melebihi rasa takutnya, rasanya belum tentu mereka mau berubah. Maaf, pesan ini berlaku buat kita semua, baik yang sedang duka maupun yang masih gembira.”

Bukan yang terkuat yang akan bertahan, tetapi yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Perubahan adalah satu hal yang akan selalu terjadi dan tidak mungkin dibendung oleh siapapun. Satu hal yang patut dicermati adalah sikap yang kamu pilih untuk menanggapi perubahan inilah yang menjadi penentu apakah kamu bisa beradaptasi dengan perubahan itu atau tidak? Apakah kamu bisa terus maju ke depan setelah perubahan itu terjadi, atau justru jatuh tersungkur?

Pilihan sikap anarkis yang dilakukan oleh pengemudi taksi adalah bukti penolakan terhadap perubahan. Demo mogok taksi mungkin bisa menjadi salah satu cara dalam menyampaikan aspirasi dan kegelisahan yang timbul akibat adanya perubahan yang terjadi pada kehidupan masing-masing supir taksi. Sayangnya, bertindak anarkis menutup rasa empati dan emosi akan menghalangi pola berpikir yang jernih dari pihak-pihak terkait untuk menemukan solusi yang efektif dan efisien untuk kedepannya.

Jarang ada yang pihak bertahan dan tetap tegak berdiri ketika mereka melakukan penolakan terhadap perubahan yang terjadi. Sejarah membuktikan puluhan cerita kegagalan akibat pola pikir konvensional yang tidak mau berubah dan melakukan adaptasi.

Lalu , bagaimana menyikapinya? Berdamailah dengan perubahan. Intinya jangan menentang. Kita butuh cara baru yang berdamai dengan perubahan. Maka, kita semua akan selamat.

Love,
DEA🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: